Nama : Syanindita Zahra Fansuri
Kelas : X AKL 1
Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi adalah sebuah paragraf yang menggambarkan atau melukiskan sebuah objek tertentu melalui kata-kata yang bisa merangsang panca indera sehingga pembaca seolah-olah melihat atau merasakan sendiri benda objek yang dideskripsikan oleh penulis. Atau hasil observasi atau pengamatan, jadi informasi yang digunakan untuk menggambarkan suatu benda atau objek harus jelas dan sesuai fakta dan data yang ada pada objek tertentu.
Ciri-Ciri Paragraf Deskripsi.
1. Menggambarkan atau melukiskan suatu objek seperti benda, tempat, atau suasana tertentu.
2. Melibatkan panca indra (pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan perabaan).
3. Menjelaskan ciri-ciri fisik dan sifat objek tertentu seperti warna, ukuran, bentuk, dan kepribadian secara terperinci.
4. Banyak ditemukan kata-kata atau frase yang bermakna keadaan atau kata sifat.
Contoh-Contoh Paragraf Deskripsi:
1.Lapisan ozon menipis. Hutan-hutan tropis mulai meranggas. Gurun makin luas. Akibatnya suhu bumi meningkat, cuaca tidak menentu, dan bencana alam makin sering datang. Kesimpulannya, bumi makin kritis. Siapa sesungguhnya yang berperan dalam menjadikan planet bumi ini menjadi demikian? Jawabnya tentu manusia sendiri! (Deskripsi subjektif)
2.Dia memakai rok panjang warna cokelat. Betapa sesuai benar dengan warna blus panjangnya. Rok dan blusnya seakan-akan menambah keanggunan pribadinya. Jalannya sungguh santun memikat hati orang yang memandang (Deskripsi subjektif)
3. Pantai Nusa Penida memiliki tata keindahan alam yang menarik, khususnya bagi wisatawan yang mendambakan suasana nyaman, tenang, jauh dari kebisingan kota. Pohon-pohonnya rindang. Bentangan lautnya luas. Bagi penyelam , Pantai Nusa Penida juga menawarkan keindahan ikan laut yang sedang berenang. Pemda Bali harus menata dan mengelola Pantai Nusa Penida sebagai tujuan wisata alternatif. (Deskripsi objektif/tempat)
4.Jika diumpamakan permata, pesona pantai Nusa Penida bak mutiara yang memantulkan cahaya putih kekuning-kuningan, namun jika diibaratkan gadis maka pesonanya laksana sosok perawan kencur. Kiasan tersebut sepintas memang kedengarannya seperti berlebihan, namun itulah sesungguhnya kata yang paling tepat untuk menggambarkan pesona alam Pantai Nusa penida. (Deskripsi subjektif/tempat)
5.Dalam waktu yang tidak lama. Aku mencoba melirik orang-orang di sekelilingku. Di sebelah kiriku, seorang gadis cantik berambut panjang. Sambil melirik, kuperhatikan dia. Gadis itu berambut pirang, berkulit kuning, dan berbibir tipis (deskripsi objektif)
6. Tidak lama. Dengan rasa penasaran, kucoba melirik orang-orang di sekelilingku. Di sebelah kiriku, seorang gadis berambut panjang menarik hatiku. Sambil melirik, kuperhatikan dia. Rambutnya pirang, rambutnya kuning indah, matanya memandang sayu, ditambah dengan bibirnya yang tipis, dia membuat jantungku berdetak hebat. Rasanya, aku mengenalnya. Tapi di mana? (deskripsi subjektif)
7. Sungai ciliwung terletak di Jakarta. Sungai ini mengalir di seluruh Jakarta. Sayangnya, Sungai Ciliwung dipenuhi tumpukan sampah. Tumpukan sampah di sungai dihinggapi lalat. Lalat-lalat itu selalu berterbangan ke perumahan warga dan membawa berbagai macam penyakit. Selain itu tumpukan sampah juga menebarkan bau yang sangat menyengat. Sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan (deskripsi spasial)
Paragraf Argumentasi.
paragraf argumentasi adalah paragraf yang isinya berupa pendapat atau sikap yang disertai dengan alasan-alasan, contoh-contoh dan bukti-bukti yang meyakinkan sehingga pembaca akan membenarkan isi paragraf tersebut.
Ciri-ciri Paragraf Argumentasi
Berdasarkan penjabaran di atas tadi, suatu paragraf dapat disebut sebagai paragraf argumentasi apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini.
1. Berisikan pandangan, pendapat dan keyakinan sang penulis terhadap permasalahan.
2.Memiliki data faktual yang digunakan untuk meyakinkan para pembaca.
3.Menguraikan suatu permasalahan dengan cara menganalisa dan memberi sebuah analogi.
4.Diakhiri dengan kesimpulan yakni berupa pendapat yang lebih luas bukan merupakan penegasan ulang topik utama.
Contoh Paragraf Argumentasi
Contoh 1 :
Selokan ini sangat kotor. Sampah sampah berserakan di sana sini. Nyamuk senang bersarang dan bertelur di sini karena airnya menggenang. Oleh sebab itu kita harus membersihkan selokan ini supaya air lancar mengalir. Dengan demikian nyamuk tidak akan bersarang dan bertelur di tempat ini.
Contoh 2 :
Pemakaian bahasa Indonesia di seluruh daerah di tanah air dewasa ini belum bisa dikatakan seragam. Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, ucapan kalimat terlihat dengan mudah. Pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan, sering dikalahkan oleh bahasa daerah. Di lingkungan persuratkabaran, radio dan tv pemakaian bahasa indonesia belum lagi dapat dikatakan sudah terjaga baik. Para pemuka kita pun pada umumnya juga belum memperalihatkan penggunaan bahasa Indonesia yang terjaga baik. Fakta fakta di atas menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu lebih ditingkatkan.
Contoh 3.
Pendidikan di Indonesia dewasa ini masih tertinggal cukup jauh dengan pendidikan yang berada di negara-negara lain yang ada di dunia.
Bahkan Indonesia sendiri masih kalah dengan negara jiran kita, yakni Malaysia dan Singapura dalam bidang pendidikan.
Hal ini dapat disaksikan dari banyaknya penduduk mereka yang memperoleh pendidikan sampai ke perguruan tinggi.
Sedangkan di Indonesia, jumlah penduduk yang mendapatkan pendidikan saja masih jauh tertinggal dengan negara lain, apalagi di daerah-daerah tertinggal seperti NTB, NTT, Papua dan masih banyak lagi daerah lainnya.
Ketertinggalan pendidikan di daerah-daerah tersebut disebabkan karena tidak meratanya pendidikan di Negara Indonesia. Pemerintah hanya membangun fasilitas pendidikan di daerah perkotaan, terkhusus pulau Jawa.
Tidak hanya itu, terbatasnya jumlah guru yang ada di daerah tersebut juga ikut menciptakan semakin jauhnya akses pendidikan yang ada di daerah.
Paragraf narasi
Paragraf narasi atau paragraf naratif ada
Paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa suatu tokoh atau suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada para pembaca suatu peristiwa dalam kurun waktu dan urutan tertentu.
Secara Umum ada 7 ciri-ciri paragraf narasi, yaitu :
1. Adanya unsur perbuatan atau tindakan.
2. Adanya unsur rangkaian waktu dan informatif.
3. Adanya sudut pandang penulis.
4. Menggunakan urutan waktu dan tempat yang berhubungan secara kausalitas.
5. Terdapat unsur tokoh yang digambarkan dengan memiliki karakter atau perwatakan yang jelas.
6. Terdapat latar tempat, waktu, dan suasana.
7. Mempunyai alur atau plot.
Contoh Paragraf Narasi
Berikut beberapa contoh paragraf narasi:
Contoh 1
Malam hari itu udara sangat dingin hingga menusuk tulang-tulangku. Aku yang hanya seorang diri di rumah berusaha untuk menghibur diri dengan menonton televisi meskipun tidak ada satu pun acara yang menarik bagiku. Ketika aku sedang menonton televisi, aku melihat secercah cahaya yang bersinar di balik jendela ruang tamu ku. Aku pun penasaran dan mulai menerka-nerka apakah gerangan cahaya tersebut. Rasa penasaranku pun semakin membuncah dan membawaku untuk mendekati cahaya tersebut. Diam-diam aku menghampiri jendela dan mengintip dari celah-celah jendela yang bolong akibat rayap. Ketika aku mengintip dari lubang tersebut, betapa terkejutnya diriku ketika mengetahui cahaya itu berasal dari sebuah makhlu kecil yang memiliki antena di atas kepalanya. Dia pun melihat ke arahku dengan tatapan mata yang sangat tajam dan bengis. Aku sangat ketakutan saat itu, terlebih lagi ketika dia mendekati diriku aku pun langsung berlari menjauh. Seketika itu pun juga, bruukk aku terjatuh dari sofa dan aku pun menyadari aku tertidur ketika menonton televisi.
Contoh 2
Pada mulanya Muhammad Ibnu adalah seorang pria biasa yang berasal dari sebuah keluarga yang tidak mampu. Sejak kecil dia selalu terbiasa dengan kerja keras, meskipun begitu dia tidak pernah mengeluh dengan nasib dirinya itu. Hingga suatu hari sebuah peristiwa merubah kehidupannya 180 derajat. Saat itu dirinya sedang duduk di bangku kuliah semester 5, secara tidak sengaja dia diajak oleh temannya untuk mengikuti seminar bisnis yang ada di kampusnya. Sejak saat itulah pikirannya terbuka, dia mulai membuka usaha kecil-kecilan, yaitu sebagai penjual kue donat di kampusnya. Namun, usaha itu tidak berjalan lama karena dia mengalami kebangkrutan meskipun begitu dia tidak menyerah dan tetap berusaha sekeras mungkin. Semua usaha pun dijajal olehnya dan gagal, seperti membuka jasa pengetikan, berjualan Koran, penjaja minuman, dan lain-lain, bahkan dia pun sempat terlilit hutang. Tetapi dia tidak menyerah hingga nasib membaawanya menjadi seorang penjual bakso. Meskipun awalnya dia menjajakan baksonya dengan berkeliling,lambat laun usaha baksonya menjadi besar dan sukses. Akhirnya dia pun dikenal sebagai Muhammad Ibnu sang juragan bakso.
Contoh 3.
Di sebuah kota Z, hiduplah seorang pemuda yang ingin menjadi pahlawan. Pada suatu hari ia menolong seorang anak kecil yang akan dibunuh oleh penjahat, ia kewalahan melawan penjahat tersebut namun akhirnya menang. Karena semakin bersemangat menjadi pahlawan, ia berlatih dengan 100x push up, 100x squat jump, 100x sit up dan lari 3 KM setiap harinya. Pada akhirnya dia bisa menjadi orang yang sangat kuat.
Ciri-ciri paragraf persuasi
Dari pernyataan yang sudah saya jelaskan di atas dapat disumpulkan bahwa ciri-ciri paragraf persuasi adalah sebagai berikut:
- Paragraf ini disertai alasan yang kuat, fakta, dan bukti untuk memperkuat bujukan.
- Memiliki kalimat yang bersifat mengajak pembacanya untuk melakukan apa yang sudah dituliskan dalam paragraf.
- Terdapat kata-kata seperti ayo, marilah, sebaiknya, dan lain sebagainya untuk mempengaruhi pembaca.
- Paragraf persuasi umumnya akan menghindari kemungkinan adanya konflik agar pembacanya merasa dimanjakan.
Contoh paragraf persuasi
Contoh 1.
Makanan merupakan kebutuhan primer manusia yang tidak akan pernah bisa digantikan sampai kapanpun. Makanan membantu manusia untuk tumbuh dan berkembang, Makanan yang mengandung banyak nutrisi dan gizi seperti Roti Baker merupakan jenis makanan yang sesuai untuk dijadikan sarapan sehari-hari anda. Roti Baker memiliki terbuat dari gandum yang kaya akan karbohidrat sebagai sumber tenaga anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Ayo belilah Roti Baker ditoko roti terdekat dan rasakan kenikmatan sarapan tiada duanya.
Contoh 2.
Menyantap mi instan yang dibarengi nasi putih merupakan hal lazim yang biasa dilakukan oleh masyarakat kita. Padahal taukah Anda bahwa kebiasaan tersebut dapat menimbulkan dampak negative untuk tubuh? Perlu Anda ketahui bahwa mengkonsumsi mi instan yang dibarengi atau dicampur dengan nasi putih nantinya dapat mengakibatkan obesitas.
Contoh 3.
Saat ini masih banyak dari guru dan orang tua murid yang tidak sabar dalam mendidik peserta didiknya. Padahal, dalam mendidik anak kesabaran sangatlah diperlukan. Seperti yang telah diutarakan oleh salah satu filsuf legendaris Yunani yaitu Plato, bahwa pendidikan merupakan proses yang panjang dan dijalani seumur hidup, yaitu mulai manusia itu masih kecil hingga manusia beranjak dewasa.
Oleh sebab itu, sudah sepatutnya selaku guru dan orang tua murid mendidik anaknya dengan sabar dan berorientasi pada proses. Supaya nantinya anak dapat berkembang dengan baik dan dengan sewajarnya. Dengan demikian pula potensi yang dimiliki anak pun dapat tumbuh berkembang dengan baik dan alami.


